Selasa, 23 Oktober 2012

hasil race moto gp sepang 2012

                
                   hasil race moto gp sepang 2012



Big drama!!!!! Itulah yang terjadi di balap MotoGP seri Sepang hari ini. Seri keenambelas MotoGP 2012 tadinya diprediksi berlangsung menarik karena rider dari semua kelas akan memastikan gelar juaranya di sini. Apa daya.. semuanya dihancurkan oleh satu hal.. hujan! Hujan terpaksa menghentikan jalannya balapan MotoGP di lap keempatbelas.
Dari kelas moto3, moto2 dan motogp hanya kelas moto3 yang lancar tak terkendala hujan. Hujan baru turun sesaat setelah race moto3 selesai. Namun hujan menghentikan balapan moto2 di lap 15 lalu kelas motogp pun ikut berhenti juga.
Balapan kelas motogp melahap 20 lap. Jorge Lorenzo menjadi pemegang pole position di sini diikuti oleh Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Valentino Rossi lagi-lagi harus start dari posisi belakang. Ia ada di posisi 11.. grid keempat… duh.
Balapan berlangsung dalam kondisi basah dan saat start Lorenzo melakukan start sempurna. Ia meluncur ke depan diikuti oleh Dani Pedrosa. Valentino Rossi pun startnya sempurna, ia menyodok ke urutan kelima. Vale diapit oleh Dovizioso dan Bradl.
Sampai beberapa lap selanjutnya posisi terdepan masih Jorge Lorenzo ditempel ketat oleh Dani Pedrosa. Kedua rider ini tak terkejar oleh Casey Stoner yang ada di posisi tiga. Saat ini langit Sepang beranjak gelap lagi. Di 11 lap tersisa Dovizioso jatuh.
Di lap ini pula Dani yang setia mengintai Jorge Lorenzo akhirnya mampu meng-overtake Lorenzo dan langsung ngacir. Jarak keduanya perlahan melebar. Saya sebelumnya memperkirakan bahwa Jorge akan main aman karena jarak poinnya dengan Dani cukup jauh. Ia finish keduapun akan tetap jadi juara dunia.




Jadi memang begitulah… Jorge nampaknya bertahan untuk tak terlalu mem-push motornya meng-overtake Dani. Di lap berikutnya nasib malang lagi-lagi menimpa Ben Spies. Ia jatuh dan nampaknya terluka karena ia tak bisa segera bangun dari motornya. Saat ini memang hujan rintik-rintik mulai turun di Sepang dan membuat trek jadi sangat basah.
Spies bukan rider yang terakhir jatuh karena saat balapan tersisa 8 lap giliran Cal Crutchlow yang jatuh. Wah.. para rider mulai bertumbangan di sini. Sayang sekali… karena Cal dan Dovi biasanya menyuguhkan duel menarik.
Tepat di tempat Cal jatuh De Puniet ikutan jatuh juga. Bahkan saat itu Cal masih berjalan di gravel. Lalu….. Stefan Bradl jatuh juga. Hadeuh.. tinggal berapa rider tersisa di trek ya? Banyak yang jatuh begini. Namun untungnya semua tak mengalami cedera parah.
Valentino Rossi entah kenapa terjun bebas dari posisi 5 ke posisi 9. Sebenarnya nggak usah heran juga sih. Ducati memang nggak stabil. Namun ada hikmah di balik jatuhnya para rider tadi. Posisi Vale jadi naik. Saat ini posisi para rider adalah Dani, Jorge, Stoner, Hayden, Bautista dan Vale.
Hujan turun kian deras. Di trek Vale sedang berduel dengan Alvaro Bautista memperebutkan posisi kelima. Agak menyeramkan melihat rider berduel di kondisi trek yang berbahaya begini. Deg-deg an saya melihatnya, takut Vale nya jatuh.
Di posisi terdepan Dani berjarak 3.7 detik dari Lorenzo. Saat ini terlihat Jorge mengangkat tangannya sebagai kode. Kode apakah? Kode buat race director menghentikan jalannya balapan karena hujan turun kian deras dan kondisi trek berbahaya. Rider berhak berbuat seperti ini namun keputusan tetap ada di tangan race director.


Sesaat sesudah itu motor Jorge oleng dan ia nyaris jatuh. Untungnya ia masih bisa mengendalikan laju motornya dan tak berakhir di gravel. Lalu race director membuat keputusan tepat. Bendera merah dikibarkan di lap keempatbelas! Para pembalap pun kembali ke pitnya masing-masing.
Balapan dihentikan dulu sambil melihat kondisi. Bila cuacanya membaik maka race akan dilanjutkan lagi dengan melahap 7 lap tersisa. Tapi kalo cuacanya makin buruk race bisa diulang esok harinya atau malah dihentikan sama sekali. Belum ada keputusan dari race director saat itu dan semua masih menunggu.
Setelah lebih dari 15 menit dihentikan akhirnya race director membuat keputusan. Balapan tak dilanjutkan lagi karena kondisi cuaca tak memungkinkan dan hasil akhir balapan adalah berdasarkan urutan rider di lap keempatbelas. Dengan begitu.. Dani menjadi pemenang seri Sepang!
Jorge Lorenzo melengkapi podium dengan duduk di podium kedua dan Casey Stoner duduk di podium ketiga. Nicky Hayden ada di posisi keempat diikuti oleh Valentino Rossi di posisi kelima dan Alvaro Bautista di posisi keenam. Hanya 13 rider yang finis di Sepang.
Kemenangan Dani Pedrosa sekaligus menjadi kemenangan pertama bagi Honda setelah selama 8 tahun Honda nggak pernah menang di Sepang. Honda terakhir menang di sini tahun 2003 saat ditunggangi Valentino Rossi. Menangnya Dani membuat jarak Jorge dan Dani di klasemen sementara terpaut 23 poin aja.





Berikut ini adalah hasil balapan seri Sepang :
1. Dani PEDROSA - SPA - Repsol Honda Team - 29′29.049
2. Jorge LORENZO - SPA - Yamaha Factory Racing - +3.774
3. Casey STONER - AUS - Repsol Honda Team - +7.144
4. Nicky HAYDEN - USA - Ducati Team    Ducati - +10.518
5. Valentino ROSSI - ITA - Ducati Team - +16.759
6. Alvaro BAUTISTA - SPA - San Carlo Honda Gresini - +17.276
7. Hector BARBERA - SPA - Pramac Racing Team - +50.282
8. Aleix ESPARGARO - SPA - Power Electronics Aspar - +51.585
9. James ELLISON - GBR - Paul Bird Motorsport - +56.676
10. Karel ABRAHAM - CZE - Cardion AB Motoracing - +57.622
11. Danilo PETRUCCI - ITA - Came IodaRacing Project - +1′02.805
12. Michele PIRRO - ITA - San Carlo Honda Gresini - +1′02.891
13. Andrea DOVIZIOSO - ITA - Monster Yamaha Tech 3 - +1′28.989
Not Classified
Stefan BRADL - GER - LCR Honda MotoGP
Cal CRUTCHLOW - GBR - Monster Yamaha Tech 3
Randy DE PUNIET - FRA - Power Electronics Aspar
Ivan SILVA - SPA - Avintia Blusens
Colin EDWARDS - USA - NGM Mobile Forward Racing
Ben SPIES - USA - Yamaha Factory Racing

Berikut ini adalah posisi klasemen sementara MotoGP 2012 :
1. Jorge LORENZO - Yamaha - SPA - 330
2. Dani PEDROSA - Honda - SPA - 307
3. Casey STONER - Honda - AUS - 213
4. Andrea DOVIZIOSO - Yamaha - ITA - 195
5. Alvaro BAUTISTA - Honda - SPA - 154
6. Valentino ROSSI - Ducati - ITA - 148
7. Cal CRUTCHLOW - Yamaha - GBR - 135
8. Stefan BRADL - Honda - GER - 125
9. Nicky HAYDEN - Ducati - USA - 114
10. Ben SPIES - Yamaha - USA - 88
11. Hector BARBERA - Ducati - SPA - 79
12. Aleix ESPARGARO - ART - SPA - 63
13. Randy DE PUNIET - ART - FRA - 53
14. Karel ABRAHAM - Ducati - CZE - 43
15. Michele PIRRO - FTR - ITA - 30
16. James ELLISON - ART - GBR - 28
17. Yonny HERNANDEZ - BQR - COL - 28
18. Colin EDWARDS - Suter - USA - 25
19. Jonathan REA - Honda - GBR - 17
20. Danilo PETRUCCI - Ioda-Suter - ITA - 16
21. Mattia PASINI - ART - ITA - 13
22. Ivan SILVA - BQR - SPA - 11
23. Toni ELIAS - Ducati - SPA - 10
24. Katsuyuki NAKASUGA - Yamaha - JPN - 7
25. Steve RAPP - APR - USA - 2
26. David SALOM - BQR - SPA - 1
Sumber : MotoGP.com




kampus komunikasi terbaik di indonesia


kampus komunikasi terbaik di indonesia..horeee kampusku termasuk

 JAKARTA, KabarKampus - Majalah Mix Marketing Communication edisi Juni 2012 memberikan rangking terhadap sekolah komunikasi terbaik di Indonesia sebagai Indonesia Best Graduate School of Communication 2012. Pemeringkatan ini berdasarakan survei yang dilakukan kepada para orang tua, calon mahasiswa dan user di perusahaan.

Adapun variabel yang diukur dari pergurunan tinggi yang ditanyakan ke responden yaitu, reputasi, kualitas lulusan, kesesuaian antara biaya dengan nilai/manfaat yang diperoleh, kesetaraannya dengan perguruan tinggi berkualitas di luar negeri, lokasi kampus, fasilitas pendidikan, kontribusi sosial bagi lingkungan sekitar, prestasi dan pencapaian-pencapaian yang sudah di raih dan terakhir rekomendasi.

Untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN), peringkat pertama diraih Universitas Indonesia (Jakarta) dengan total 8.2, disusul Universitas Gajah Mada (Yogyakarta) dengan skor 7.77, Institut Teknologi Bandung (DKV) dengan skor 7.62, Universitas Padjajaran (Bandung) dengan skor 7.4, Universitas Diponegoro (Semarang) dengan skor 7.03, Universitas Airlangga (Surabaya) dengan skor 6.98, Universitas Sebelas Maret (Surakarta)  dengan skor 6.62, dan Universitas Lampung dengan skor 6.4.

Sedangkan untuk kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS), peringkat pertama ditempati oleh London School of Public Relations (Jakarta) dengan skor 7.67, kemudian Universitas Bina Nusantara (Jakarta) dengan skor  7.47, Universitas Trisakti (Jakarta) dengan skor 7.2, Universitas Taruma Negara (Jakarta) dengan skor 6.83, Universitas Prof. Moestopo (Jakarta) dengan skor 6.63, Institut Teknologi Harapan Bangsa (Bandung) dengan skor 6.6, Universitas Pasundan (Bandung) dengan skor 6.56, Universitas Merdeka Malang dengan skor 6.41, Universitas Islam Bandung dengan skor 6.4, dan Universitas Kristen Petra Surabaya dengan total skor 6.38.

Hasil race moto2 seri motegi 2012 "marc marquez edaaaaann"


race moto2 di motegi jepang dimana espargaro start terdepan dan di ikuti si agresif marquez, sedangkan iannone akan start di posisi ke 18 hmmm jauh amat. race dalam keaadaan kering dan pembalap harus bertarung sampai 23 lap, Awal start owwwww marquez langsung tertingal sepertinya meleng nie marc dan redding langsung berada di posisi terdepan  di ikuti oleh rabbat, 22 laps terakhir rabat berhasil merebut posisi terdepan , marques secara perlahan mampu berada di popsisi ke 7  wow bukannya tadi ketinggalan jauh hmmm.





18 laps terakhir espargaro berhasil merebut posisi ke-2 sementara marquez berhasil berada di posisi ke-3. sementara rabat masih memimpin balapan . waw espargaro hampir saja jatuh namun berhasil menguasai tunggangannya namun dia di overtake marquez hmmm kelihatan sekali marquez sangat “seradak-seruduk” alias maju terus tanpa ada yang bisa menghentikan sebelum bendera finsh berkibar hehehehe

14 laps terakhir marquez berhasil menempel rabat di posisi terdepan di ikuti espargaro di posisi ke 3, weleh akhirnya marc mampu mengovertake rabat. sampai di 10 laps terakhir marquez masih di posisi terdepan diikuti espargaroo di posisi kedua setelah berhasil mengovertake rabat .

Dan akhirnya marc marquez finish di posisi pertama..






cara membuat majalah


cara membuat majalah

Jurus 6 M
Di dalam membuat media, banyak hal yang harus dipersiapkan mulai dari manusianya sampai alat untuk mencetaknya. Nah, dalam membuat media, agar terbit seperti yang diharapkan,perlu adanya 6 M, yaitu:
1. Man
Manusia sangat berperan disini. Kalau media tidak ada yang membuat, lalu siapa yang membuat? Hantu? Nah, perlu ada beberapa orang yang terlibat di sini. Mulai dari yang menyusun naskah sampai mendistribusikan kepada pembaca. Nah, itulah fungsi kerjasama. Kerjasama itu bisa terjalin dengan baik jika ada pengorganisasian yang jelas. Pengorganisasian itu alangkah lebih baiknya melibatkan sekolah dan siswa. Pihak sekolah menunjuk adanya pembina dan siswa yang mengorganisir terbitnya media.
Media sekolah lebih baik memakai susunan keorganiosasian sesuai kebutuhan. Jika membuat media berupa mading, susunan redaksinya cukup pimpinan redaksi, redaksi, keuangan dan produksi (menggambar).
2. Money
Uang memang tak penting. Tanpi tanpa uang kita tak bisa apa-apa. Benar kan? Dalam pembuatan media, aspek uang perlu diperhitungkan. Jika dana terbatas, lebih baik membuat mading atau bulletin dahulu. Kerjasama dengan pihak sekolah sangat diperlukan untuk modal pembuatan media.
Masalah biaya perlu dipertimbangkan lebih awal, mengingat media sekolah bukanlah media komersial yang dapat diperjualbelikan. Jadi besar sekali kemungkinan media sekolah diterbitkan dengan biaya dari siswa sekolah sendiri. Bila jumlah biaya penerbitan terlalu besar, tentu membebani orangtua maupun siswa. Lain halnya jika media sekolah ditanggung sekolah atau ada lembaga penyandang dana. Pilihan jenis media juga harus diperhitungkan disini.
3. Material
Dalam media, rubrik-rubrik diperlukan untuk membagi apa saja isi yang dimuat di media, isi diharapakan sesuai kode etik yang ada dan informasi yang dimuat dapat menambah pengetahuan siswa.
4. Machine
Ada tidaknya peralatan yang membantu siswa melaksanakan proses produksi juga berpengaruh terhadap pemilihan jenis media. Jika disekolah hanya tersedia komputer dan itupun dalam jumlah terbatas. Mungkin lebih baik dipilih format mading.
5. Metode
Nah, jika kita membuat media, pastinya diperlukan metode untuk membuatnya. Teknik produksi yang dipilih tidak hanya mempertimbangkan biaya. Kualitas yang diinginkan serta teknik produksi yang dikenali siswa sekolah bisa menjadi pertimbangan.
6. Market
Ketika akan membuat media, sebelumnya kita perlu tahu untuk siapa sih media tersebut? Untuk bapak ibu guru? atau untuk siswa sendiri? Kalau siswa untuk kelas berapa? Apa kelas X, XI,atau XII? Apa malah semuanya? Nah, disini kita perlu membuat spesialisasi agar kita tahu apa yang disukai mereka. Jika kita menulis tentang peternakan ayam, mana mungkin siswa membacanya, mungkin cuma satu dua yang membaca. Kecuali jika di media ditulis tentang pergantian kepala sekolah baru, pasti siswa akan membacanya.
Dengan kita tahu siapa yang akan membaca, gaya bahasa dengan mudah bisa ditentukan. Bila yang membaca adalah bapak atau ibu guru, mana mungkin kita menggunakan bahasa gaul yang membuat bapak ibu guru pusing tujuh keliling untuk mengartikannya. Nah, kalau tulisannya banyak memakai istilah asing seperti plasmolisis, paradigma maupun istilah lainnya, pasti juga membuat pusing jika dibaca siswa SMP.
Mengenal Opini dan Kolom

Dalam sebuah surat kabar dikenal ada: berita, feature, tajuk, pojok, kolom, surat pembaca, iklan. Biasanya ada pula fiksi, karikatur, foto-foto. Berita dan feature adalah fakta, pojok dan tajuk adalah opini dari pengasuh koran, kolom dan surat pembaca adalah opini dari luar, iklan adalah sumber duit untuk penerbitan, sedang fiksi adalah karangan yang fiktif, bisa sebagai cerita bersambung, cerpen, dan sebagainya.

Dalam penerbitan majalah dan tabloid, keadaannya hampir sama. Mungkin majalah dan tabloid tidak ada fiksinya, kecuali majalah dan tabloid yang sifatnya hiburan, bukan majalah atau tabloid berita.
Di penerbitan majalah dan tabloid, juga jarang ada tajuk rencana, yang isinya adalah opini yang mengatasnamakan penerbitan itu. Di beberapa penerbitan, pemimpin redaksi atau redaktur senior menulis opini khusus dengan byline. Misalnya, di Forum dulu ada Catatan Hukum. Itu tak bisa digolongkan opini, karena belum tentu mewakili isi majalah tersebut. Itu lebih tepat disebut kolom. Nah, di majalah TEMPO sekarang ini ada opini. Itu betul-betul opini yang sebenarnya, karena dibuat untuk mewakili kepentingan penerbitan. Dan tidak ada byline-nya (penulisnya).
Kriteria:
Jadi apa itu opini dan kolom, sudah jelas. Opini adalah tulisan yang merupakan pendapat seseorang atau lembaga. Kolom dan surat pembaca termasuk opini. Pokoknya segala yang bukan berita disebut opini.
Dan opini ada dua: mewakili lembaga (disebut tajuk, pojok, opini — dalam pengertian rubrik), dan mewakili perorangan (disebut kolom). Kalau dibagi lagi, kolom bisa ditulis oleh orang luar maupun orang dalam, tajuk dan sebagainya itu adalah opini yang ditulis oleh orang dalam.
Apa yang ditulis:
>Baik opini maupun kolom, kedua-duanya adalah menyoroti sebuah berita aktual dengan memberi pendapat-pendapat, baik saran, solusi, kritik dan sebagainya. Kalau berita tentu tak bisa dicampuri dengan opini. Berita yang dicampur dengan opini menjadi rancu, dan mengaburkan nilai berita itu sendiri. Berita pun menjadi tidak obyektif lagi.
Karena itu sebuah tulisan yang ingin melengkapi berita itu dengan pendapat seseorang, dipesan kolom oleh sebuah penerbitan. Itu yang menyebabkan penulis kolom adalah tokoh-tokoh yang sudah dikenal dalam bidangnya. Apalagi untuk majalah. Kalau Anda belum terkenal tak bisa menulis kolom. Di koran-koran, karena terbitnya setiap hari dan membutuhkan banyak tulisan, masih bisa menerima tulisan kolom dari luar yang datang begitu saja tanpa dipesan. Tapi di majalah tidak, tulisan dipesan dan hanya orang tertentu saja yang bisa menulis.
Bagaimana menulis:
>Baik kolom maupun opini ditulis dengan cara yang sangat populer dan dibatasi panjangnya. Kalau di majalah panjang kolom paling banyak 5.000 charakter, di koran umumnya sama saja, tetapi bisa sedikit lebih panjang karena bisa bersambung ke halaman lain. Anda tak bisa bertele-tele, tetapi langsung pada persoalan. Memang, kemudian dikenal ada gaya seseorang, yang tak mudah ditiru oleh orang lain. Apalagi apa yang kemudian disebut kolom khusus (misalnya Asal-usul di Kompas).
Salah satu yang penting dalam menulis opini atau kolom adalah fokus yang jelas dan sudut pandang tidak melebar ke mana-mana. Karena itu banyak pemula yang bingung, bagaimana memulainya dan bagaimana memperlakukan bahan-bahan yang ada.
Jangan mudah bingung. Periksa dulu rencana awal, sebenarnya apa sih tema yang mau anda tulis itu? Fokus ceritanya apa, lalu angle (sudut pandangnya) ke mana. Cocokkan dengan bahan/data yang Anda punya atau berita yang sudah terjadi. Apakah sudah terkumpul dan mendukung tulisan itu? Kalau belum, cari yang kurang. Kalau pas dan berlebih, siap-siaplah ditulis.
Pergunakan data atau berita yang sudah terjadi sesuai dengan kebutuhan tulisan itu. Misalnya soal-soal detail. Tak semua detail itu penting. Misalnya menyebutkan jarak sebuah desa di Aceh yang dijadikan wilayah penelitian DOM. ”Desa itu berjarak 15, 74 kilometer dari kota…..” Pembaca malah bisa keliru kalau membacanya cepat-cepat, lima belas kilometer atau seratus limapuluh tujuh kilometer atau tujuh belas kilometer. Sebut saja angka bulat, misalnya, sekitar lima belas kilometer atau lebih sedikit dari lima belas kilometer.
Tetapi untuk hal tertentu, katakanlah kolumnis olahraga, detail itu penting. Misalnya, pertandingan sepakbola. ”Gol terjadi pada menit ke 43”. Ini tak bisa disebut sekitar menit ke 45, karena menit 45 sudah setengah main. Menit ke 43 sangat penting artinya dibandingkan menit ke 30, misalnya. Atau tulisan begini: ”Pelari itu mencapai finish dengan waktu 10.51 detik.” Ini penting sekali bagi pembaca. Mereka akan marah kalau detail itu ternyata salah. Apakah pembaca bingung melihat angka-angka ini? Tidak, karena sebelum mereka membaca tulisan itu, mereka sudah punya persiapan apa tema tulisan itu.
Masalah Bahasa:
Bahasa Indonesia yang kita gunakan untuk menyusun artikel (baik opini maupun kolom) haruslah ”bahasa tulisan”. Yang dimaksudkan di sini adalah bukan bahasa lisan atau bahasa percakapan sehari-hari.
Namun, bahasa itu tetap komunikatif, mampu menghubungkan alam pikiran penulis dan pembaca secara lancar dan hemat kata. Agar dapat menyampaikan gagasan penulis tanpa cacat, kalimat yang disusun harus bebas dari kata-kata yang melelahkan dan kata-kata pemanis basa-basi yang biasa diucapkan orang dalam pidato yang menjemukan. Kata-kata itu bahkan sejauh mungkin harus kita hindari penggunaannya.
Selain menggunakan bahasa tulisan, juga perlu menggunakan bahasa teknis. Dan bahasa teknis menuntut penuturan yang ringkas. Dalam usaha menyusun kalimat ringkas ini, kita harus tetap ingat, jangan sampai mengorbankan kejelasan.Sebuah artikel dikatakan tidak lengkap dan tidak jelas, apabila ia tidak dapat menjawab pertangaan pembaca lebih lanjut, seperti pertanyaan: “Berapa”? (jumlah, ukuran, umur, hasil, suhu dan lain-lain). Artikel yang lengkap tidak akan membiarkan pembaca bertanya-tanya lagi, misalnya di mana letak Ciamis tempat pembunuhan dukun santet itu.Begitu pula deskripsi seseorang, kita jangan terlalu gampang menulis ”orang itu begitu cantik setelah mengenakan pakaian pengantin”. Cantik untuk ukuran orang lain bisa berbeda-beda, maka lebih baik deskripsikan ”kecantikan” itu. Misalnya, setelah mengenakan pakaian pengantin itu, sang gadis kelihatan lebih langsing, matanya lebih bersinar, lehernya lebih jenjang dan sebagainya. Namun, keterperincian itu tadi tetap jangan sampai terjebak pada hal-hal yang tidak perlu.Ketelitian menjadi hal penting